Relevansi Dlomir dan Logika dalam Realitas Kehidupan di Pondok Modern Darussalam Gontor


Manusia diciptakan dengan akal sehat dan jasmani yang perlu disyukuri dari berbagai hal, tentunya untuk pencapaian atas segala sesuatu yang ditakdirkan sebagaimana mestinya. Dimana Setiap manusia di anugerahkan Dlomir yang seluas langit dan Logika yang sesempurna mungkin. Manusia memang diciptakan berbeda beda, dimana Allah swt telah memberikan porsi masing masing untuk disyukuri, bukan untuk dikeluhkan.
            Tujuan pemakaian Dlomir dan Logika tak hanya sebatas keberadaan, tetapi harus dipantaskan dengan berbagai hal. Jika Posisi kita berada di Pondok Modern Darussalam Gontor, penting sekali memainkan Dlomir dan Logika secara bersamaan. Jangan egois, Dlomir itu perasaan atau hati Nurani yang beraktivitas setiap saat. Dimana, Di pondok perlu sekali pemakaian Dlomir tersebut dalam Ukhuwah Islamiyah, Melakukan sesuatu Kegiatan yang dibarengi dengan rasa ikhlas.
Dlomir memang berperan sangat lembut dan menjadi toleransi daripada logika. Menjaga Kebersihan, Mengobrol, Belajar, Antri-antrian memang sangat memerlukan Dlomir dalam mengontrol sesuatu. Bukan hanya itu, adanya Rasa tanggung jawab, dan diembankan suatu amanah menjadi tipe Dlomir yang berkuasa dalam menjalani kehidupan yang berbelas suka cita.
Adapun peranan Logika, yang menjadi suatu titik tumpu dalam memberikan keputusan dalam melakukan segala sesuatu yang masuk akal, ataupun sesuatu yang mustahil. Logika ini mengatur pergerakan jasmani, dimana tanpanya juga kita tak bisa memainkan dlomir sebelum mencapai tujuan yang diputuskan. Taat dan Patuh pada Peraturan, Pemakaian Bahasa sehari hari, Makan pada Waktunya, Giat Belajar, Waktu Istirahat, dan segala sesuatu adalah tugas Logika dalam memilah waktu yang tepat dan tersusun rapih di setiap detiknya. Logika tak akan pernah berhenti untuk berpikir dalam sesuatu yang sepele, dimana ia bisa membedakan mana kebaikan, dan mana keburukan.
Dlomir dan Logika memang bertugas dengan sistem yang sama, tetapi memiliki fungsi yang berbeda sesuai tata kerjanya. Memang Dlomir menjadi pusat tumpuan yang dimana dalam keseharian Pondok, Dlomir harus jalan, Jika Dlomir tidak berperan, maka Jiwa dan Rasa akan dipermainkan Logika dengan semestinya. Dlomir tau akan tempatnya, dan Niat sebagai pendukungnya.
Dalam melakukan Kegiatan Pondok mulai dari Rutinitas Kehidupan, Memang diperlukan Dlomir yang kuat, dalam menghadapi ombak dan badai apapun itu, Dlomir memang harus sekuat baja, Entah orang lain memikirkan dlomir-nya sendiri atau tidak, Setidaknya kita memakai Dlomir dengan baik dalam hidup kesederhanaan dan rasa keikhlasan yang berkuasa.

Komentar