Building Skill and Self-character Education di Gontor
Berbagai
kegiatan yang dimulai dari teriknya Pagi, menjadi suatu rutinitas yang sudah
biasa bagi Para Santriwati Gontor. Mengapa tidak? Gontor mengajarkan untuk
memanfaatkan waktu sebanyak banyaknya. Mulai dari Bangun tidur, Mata harus
mulai bersinar kembali pada jam 04.00 untuk Persiapan Sholat Subuh dan
Qiro’atul Qur’an. Muhadatsah, Sekolah Pagi, Pelajaran Sore (Darsu-l-masa),
Kegiatan Tambahan di sore hari, dan Muwajjah (Belajar di malam hari) menjadi
Titik sepak terjang Seorang Santri, dalam berjuang untuk melatih mental yang
kuat dalam kegiatan apapun.
Mungkin, Kegiatan yang lainnya tak
pernah terhitung dalam Rutinitas sehari hari, Tetapi dengan melatih Para Santri
dalam Kegiatan sekecil apapun itu, akan menumbuhkan kebiasaan atau habits dalam
menciptakan karakter yang ideal sebagai seorang Santri.
Acara acara yang mencakup banyak
Pendidikan seperti PKA, POD, Queen & Princess of Language, Drama Contest,
Gebyar Seni Darussalam, Gontor Cup, Duta Nisaiyyah, Duta Gudep, Perkajum,
Islamic Wear Exhibition, dan Art Exhibition sampai berujung pada FSS (Festival
Santriwati Sitti-l-kull) menjadi acara tahunan yang sangat dinanti nanti para
santri. Kenapa? Karena mereka ingin berlomba lomba dalam menampilkan Kemampuan
yang mereka punya, dibanding mereka hanya duduk diam, dan tidak tau bakat
mereka masing masing.
Secara tidak sadar, Memang Para
Santri hanya melakukan kegiatan yang sama dalam setiap harinya, tetapi Para
Santri belum sadar akan dampak dan pengaruh yang mereka dapatkan dan mereka
kembangkan dalam tiap menit dan detik yang mereka relakan. Mungkin, ada yang
mempunyai rasa Terpaksa, ataupun ada yang niat sekali dalam mengikuti acara
acara tersebut. Tetapi mereka memang belum menyadari akan terpupuk nya Mental
yang kuat, dan Kemampuan yang mereka dambakan dalam menciptakan suatu
kreativitas untuk penonjolan diri mereka masing masing.
Tidak hanya Pendidikan di lingkup
Sekolah, Tetapi Pendidikan outside school time itu lebih memberi
pengaruh dan dampak besar bagi Para Santri, tentunya tercontrol oleh Dlomir
yang mereka pakai untuk doing sth useful, being the good habits for
themselves. Ketika kita memang niat untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat
untuk diri kita sendiri, tentu merasakan terjangnya ombak dan terarungi badai
sewaktu waktu. Apalagi, menghindari segala pelanggaran dan aturan yang tidak
seharusnya dilanggar adalah pilihan satu satunya untuk Hidup di Pondok, without
any problem.
Maka dari itu, Usaha Pondok memang
sangat berarti dan berharga untuk Para Santri, Terutama dalam Building Skill
and Self-character to being the greatful human after. So, Masih gay akin
kalo Gontor itu luar biasa? Just Imagine and feel the ending of gontor’s
story!
Komentar
Posting Komentar